Suzuki Fronx, SUV crossover produksi lokal di Indonesia dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) tinggi, kini siap merambah pasar ekspor global, menunjukkan
Paling sering ditanyakan
Liputan6.com, Jakarta - Suzuki Fronx menjadi SUV crossover terbaru yang diproduksi di Indonesia, telah menarik perhatian signifikan di pasar otomotif nasional dan internasional. Kendaraan ini tidak hanya menawarkan kombinasi desain modern dan fitur canggih, tetapi juga menjadi simbol kebanggaan industri otomotif Tanah Air. Dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang substansial, Fronx menegaskan komitmen Suzuki terhadap pemanfaatan potensi lokal.
"Ada lebih dari 800 perusahaan dan ribuan karyawan yang terlibat dalam rantai pasok ini. 32 persen dari supplier lokal merupakan Usaha Mikro, Kecil, & Menengah (UMKM)," jelas President Director PT SIM, Minoru Amano
:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/5422161/original/018757300_1763972190-IMG-20251124-WA0010.jpg)
Suzuki Fronx. (Liputan6.com/Septian Pamungkas)
Melansir dari Handout Suzuki Global, (28/4/2025) FRONX mulai diproduksi di India di Maruti Suzuki India Limited dan FRONX saat ini dijual di lebih dari 70 negara dan wilayah termasuk India, Amerika Latin, Afrika, dan Jepang. FRONX di Indonesia diproduksi di Pabrik Chikarang SIM, menjadikan Indonesia negara kedua yang memproduksi FRONX setelah India.
Suzuki Fronx yang dirakit di Indonesia memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang mengesankan, mencapai sekitar 63 persen. Angka ini mencerminkan dedikasi Suzuki dalam mengoptimalkan sumber daya dan kapabilitas industri manufaktur di dalam negeri. Bahkan, Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza sempat menyebut Fronx sebagai "mobil nasional" berkat tingginya kandungan lokal dan proses produksinya di Indonesia.
Produksi Fronx dilakukan di pabrik Suzuki yang berlokasi di Cikarang, Jawa Barat, yang juga menjadi pusat produksi model Suzuki lainnya. Tingginya TKDN ini didukung oleh ekosistem pemasok lokal yang kuat, melibatkan lebih dari 800 perusahaan. Dari jumlah tersebut, sekitar 32 persen di antaranya merupakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), yang turut berkontribusi dalam rantai pasok komponen.
Keterlibatan UMKM dalam rantai pasok Fronx menunjukkan upaya Suzuki tidak hanya bergantung pada pemasok besar, tetapi juga memberdayakan sektor usaha kecil-menengah. Hal ini tidak hanya memperkuat industri lokal, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai lapisan.
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5416783/original/014720300_1763466262-WhatsApp_Image_2025-11-18_at_12.10.21.jpeg)
Banyak Pemasok Lokal, Segini TKDN untuk Suzuki Fronx dan Satria yang Diekspor ke ASEAN (Arief A/Liputan6.com)
Nilai TKDN yang melebihi 60% menunjukkan bahwa mayoritas komponen penyusun Suzuki Fronx diproduksi oleh vendor-vendor lokal di Indonesia. Hal ini membawa beberapa dampak positif:
Pencapaian TKDN ini juga memungkinkan Suzuki Fronx memenuhi syarat untuk berbagai program pemerintah terkait kendaraan rendah emisi, karena efisiensinya yang tinggi dan proses produksi yang memenuhi standar lingkungan.
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5451342/original/082227800_1766286928-Fronx.jpg)
Suzuki Fronx (Foto: Suzuki )
Suzuki Fronx, bersama dengan sepeda motor Satria, telah secara resmi memulai pengiriman ekspor dari Indonesia. Dikutip dari Otomotif Liputan6.com, pengiriman lewat kapal perdana ini menjadi bukti nyata kesiapan Indonesia untuk bersaing di pasar internasional dengan kendaraan berstandar global.
"Ekspor ini tidak hanya memperluas jejak bisnis global Suzuki, tetapi juga memberikan multiplikasi manfaat ekonomi bagi ekosistem pemasok lokal, sumber daya manusia, hingga perekonomian nasional," kata President Director PT SIM, Minoru Amano, (18/11/2025).
Suzuki menargetkan ekspor Fronx sebanyak 30.000 unit hingga tahun 2027. Fronx diproyeksikan akan menyumbang sekitar 30% dari total ekspor mobil Suzuki hingga periode yang sama, mengukuhkan perannya dalam portofolio ekspor pabrikan. Meskipun fokus pada ekspor, Suzuki menjamin pasokan Fronx untuk pasar domestik tetap terpenuhi.
Negara tujuan ekspor Fronx sangat beragam, mencakup wilayah Asia, Amerika Latin, Timur Tengah, Oseania, Afrika, dan Eropa. Beberapa negara di Asia Tenggara seperti Kamboja, Laos, Filipina, dan Vietnam menjadi target awal pengiriman. Inisiatif ekspor ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi devisa negara dan memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu basis produksi strategis Suzuki di Asia Tenggara.
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5451343/original/021550200_1766286929-Suzuki_Global.jpg)
Suzuki Fronx (Foto: Suzuki Global)
Suzuki Fronx hadir dengan beragam pilihan mesin dan teknologi yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar. Di Indonesia, Fronx menawarkan keseimbangan antara performa dan efisiensi bahan bakar.
Suzuki menyediakan dua opsi jantung mekanis untuk Fronx:
Secara fisik, Fronx memiliki dimensi yang sangat pas untuk manuver perkotaan. Suzuki Fronx hadir sebagai SUV kompak yang memadukan desain stylish, kenyamanan, efisiensi, dan teknologi canggih. Mobil ini mengusung gaya SUV coupe yang sporty dan futuristik, memberikan tampilan yang modern dan dinamis di jalanan.
Desain eksteriornya menonjol dengan Grille depan yang dominan, lampu utama LED bertingkat, serta garis atap melandai layaknya sebuah coupe. Penggunaan velg alloy 16 inci memberikan kesan gagah khas SUV.
Masuk ke kabin, Anda akan disambut dengan kombinasi warna Black & Bordeaux yang memberikan kesan mewah.
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5451344/original/060700200_1766286929-Fronx_exterior.jpg)
Suzuki Fronx (Foto: Suzuki Global)
Di kelas compact SUV yang dihuni oleh rival seperti Toyota Raize, Daihatsu Rocky, dan Honda WR-V, Suzuki Fronx memiliki beberapa "senjata" andalan:
Ini adalah keunggulan mutlak bagi pengemudi di kota besar yang sering menghadapi jalan sempit atau putaran balik. Dengan radius putar hanya 4,8 meter, Fronx menjadi SUV yang paling lincah di kelasnya.
Keamanan adalah prioritas utama. Suzuki Fronx varian tertinggi sudah dilengkapi dengan teknologi ADAS (Advanced Driver Assistance Systems) yang meliputi:
Berkat teknologi Mild Hybrid SHVS, Suzuki Fronx menawarkan konsumsi bahan bakar yang sangat kompetitif. Sistem ini memungkinkan mesin mati secara otomatis saat berhenti (Auto Start-Stop) dan memberikan dorongan torsi saat akselerasi, mengurangi beban kerja mesin utama.
Harga Suzuki Fronx di Indonesia bervariasi tergantung varian dan transmisi yang dipilih. Untuk varian dasar GL MT, harga dimulai dari Rp 259 Juta. Sementara itu, varian tertinggi SGX Hybrid AT 2 Tone dibanderol hingga Rp 321,9 Juta (harga OTR Jakarta).
Total ada 6 varian Fronx yang tersedia, memberikan pilihan yang luas bagi konsumen dengan berbagai kebutuhan dan anggaran. Pilihan warna yang ditawarkan juga beragam, mulai dari Premium Silver, Urban Red, Metallic Magma, Peerless White, Night Blue, Super Black, Grandeur Grey, Earthen Brown, Celestial Blue, Splendid Silver, Opulent Red, Arctic White, hingga pilihan Two-Tone yang stylish.
Jawaban: Ya, varian tertingginya dibekali teknologi SHVS (Mild Hybrid) yang membuat konsumsi BBM jauh lebih irit dan emisi lebih rendah.
Jawaban: Nilai TKDN-nya mencapai 63%, sehingga harga lebih kompetitif dan ketersediaan suku cadang asli lebih terjamin di seluruh Indonesia.
Jawaban: Sangat lincah. Dengan radius putar 4,8 meter (terkecil di kelasnya), Fronx sangat mudah bermanuver di jalan sempit atau saat parkir.
Jawaban: Sudah dilengkapi 6 Airbags dan fitur ADAS (termasuk pengereman otomatis dan sensor tabrakan) untuk keamanan maksimal di perjalanan.
Jawaban: Benar. Indonesia menjadi hub ekspor Fronx untuk pasar ASEAN (Filipina, Thailand, dll), membuktikan kualitas produksinya berstandar global.
Source : Liputan6.com